Mengenali Berbagai Macam Investasi Emas


Pada prinsipnya, investasi emas yang paling subtantif adalah beli emas fisik secara langsung, terjadi pertukaran antara mata uang kertas (melalui tunai/transfer) dengan bentuk emas secara fisik.

Nilai ekstrinsik uang kertas berubah wujud menjadi emas fisik dengan nilai intrinsiknya.

Investasi emas disebut sebagai investasi karena (diukur dengan rupiah) kita akan memperoleh keuntungan/kerugian seiring dengan naik/turunnya harga emas dalam rentang waktu tertentu.

Dalam perkembangannya investasi emas mewujud dalam berbagai cara dengan tingkat resiko yang mengiringinya.

Kali ini kita coba kenali berbagai macam investasi emas yang ada di Indonesia.

Investasi Emas Fisik Murni

Ini adalah bentuk investasi emas yang paling substantif, seperti yang sudah kami jelaskan di awal. Kita mempunyai dana rupiah dalam jumlah tertentu kemudian kita investasikan/belikan emas fisik Antam.

Kita memperolah emas fisik yang bisa kita simpan dan jual kembali pada waktunya. Jika pada waktu jual harga emas lebih tinggi daripada ketika kita beli, maka itulah keuntungan dan begitupun sebaliknya.

Rerata kenaikan harga emas per tahunnya mencapai 10-20%.

Investasi jenis ini hampir tidak ada resikonya karena kita memegang emas secara fisik. Kesaktian emas adalah pada fisiknya. Dan juga secara harga mengacu pada harga pasaran.

Di ODNV, masuk investasi emas jenis ini, investasi emas fisik murni: hampir tidak ada resiko, aman, nyaman dan menentramkan. #promodikitya 😉

Investasi Emas Sistem Gadai/Cicil

Investasi emas jenis ini pada hakikatnya sama seperti investasi emas fisik murni, cuma sedikit beda dalam sistem pembayaran. Seperti judulnya, sistem pembayaran pembelian emas fisiknya bisa dengan cara cicil atau skema gadai.

Kita cukup membayar di muka uang sejumlah nilai tertentu disesuaikan dengan nilai emas yang ingin kita beli, kemudian sisanya kita angsur. Dikenakan biaya administrasi dan biaya titip emas yang biasanya dihitung per 10 hari per gram. Fisik emas baru bisa diambil setelah angsuran lunas.

Investasi emas jenis ini bisa dicoba melalui Pegadaian Syariah ataupun bank-bank syariah.

Resiko pada investasi emas jenis ini tidak berbeda jauh dengan investasi emas fisik murni, cuma ada penambahan biaya administrasi dan biaya titip.

Investasi Emas Unallocated (Pool Accounts)

Investasi emas unallocated adalah kita membeli emas melalui institusi investasi emas yang menyediakan layanan ini, membayarnya senilai harga dasar emas pasaran dan sesuai besaran pesanan kita, namun kita tidak langsung menerima emas yang kita beli.

Pembelian emas kita hanya akan tercatat pada sistem dan menjadi semacam saldo emas kita. Kita bisa memperoleh emasnya secara fisik jika kita melakukan penarikan terhadap saldo emas kita tersebut dengan menambahkan biaya cetak untuk mencetak saldo emas kita menjadi emas fisik.

Atau ada juga institusi yang memang tidak menyediakan jasa cetak emasnya, jadi emas kita hanya akan menjadi saldo emas yang dicatat di sistem dan kita bisa menjualnya kembali, mengkonversi saldo emas kita menjadi rupiah pada waktu diperlukan.

Investasi jenis ini semacam tabungan berbasis emas.

Kitco menyediakan layanan semacam ini, ada juga yang berbasis dinar semacam M-Dinar.

Kelebihan investasi ini adalah kita bisa mulai berinvestasi emas dengan berapapun uang yang kita punya, tidak memikirkan masalah penyimpanan dan biaya cetak emas fisiknya.

Kelemahannya, investasi emas kita hanya bergantung pada sistem pencatatan karena kita tidak memegang emasnya secara fisik. Jika hal yang sangat buruk terjadi pada sistem pencatatan, maka investasi emas kita bisa hangus tidak bersisa.

Jika ingin berinvestasi emas dengan model seperti ini, pastikan institusi dan pengelolanya adalah pihak yang kuat, kredibel dan kompeten.

Kredibilitas bisa terlihat dengan proses audit publik tahunan yang secara transparan memaparkan kepada (minimal) para pelanggan mengenai total transaksi dan total cadangan emas yang dimiliki, agar kita yakin betul bahwa investasi emas kita bukan hanya sekedar dicatat, namun memang benar ada backup emas fisiknya.

Investasi Emas dengan Imbal Hasil

Dua foto mengenai berita dari harian Kontan yang kami share pada kemarin dan pagi ini masuk kategori investasi emas dengan imbal hasil tinggi ini.

Beritanya tengah marak karena dua institusi yang menjual investasi emas jenis ini tengah mengalami default alias gagal bayar imbal hasil. Dana trilyunan para nasabah dikabarkan raib belum diketahui nasibnya.

Begini metodenya; kita membeli emas logam mulia Antam (minimal 100gr) dengan harga lebih tinggi 30% dari harga pasaran, kemudian kita dijanjikan bonus/hadiah/imbal hasil bulanan fix sekitar 2% – 4% dari nilai emas per bulan selama 6 atau 12 bulan, bergantung akad kontrak yang kita ambil.

Ketika kontrak berakhir, kita diberikan 3 pilihan: pertama memperpanjang kontrak, kedua menjual kembali emas kita kepada institusi tersebut senilai harga ketika kita beli dan yang ketiga, emas kita jual di pasaran sesuai harga pasaran.

Ketika dalam masa kontrak, kita juga diberikan pilihan, apakah emas fisiknya mau kita yang simpan atau emas fisiknya dijaminkan ke institusi tersebut.

Jika emas fisiknya kita jaminkan ke institusi tersebut, dalam artian emas fisiknya tidak kita pegang, maka imbal hasilnya lebih tinggi dibandingkan kalau emas fisiknya kita yang pegang.

Berita mengenai investasi emas berimbal hasil tinggi yang diselenggarakan oleh Raihan Jewellery dan GTI Syariah tengah ramai karena 2 institusi tersebut tidak lagi memberikan imbal hasil seperti yang sudah disepakati di kontrak dan juga tidak lagi bisa membeli kembali emas yang dipegang oleh para nasabah.

Investasi emas jenis ini sudah pernah kami bahas pada tahun 2011 yang lalu, tulisannya lebih detil bisa dibuka lagi disini.

Investasi emas jenis ini termasuk investasi yang menurut kami sebaiknya dihindari karena terlalu wah dengan imbal hasil fix yang cukup besar dan kurang transparan dalam pengelolaan dana investasi nasabah.

Investasi dengan kedok Emas

Kalau investasi jenis ini masuk jenis investasi abal-abal. Euforia masyarakat dalam berinvestasi emas dijadikan kedok pendukung untuk mencari korban.

Salah dua investasi jenis ini pernah pula kami bahas pada tulisan ini.

Investasi adalah sebuah keharusan sebagai bagian dari ikhtiar kita menghadapi resiko inflasi.

Mendapat imbal hasil tinggi dari investasi tentu saja adalah hal yang menarik, namun memperhatikan kehalalan dan keberkahan dan ketentraman dari investasi yang kita lakukan juga mesti kita kedepankan.

Keep smart and keep spirit and keep investing! 🙂

place your ads here

One Response

  1. toko herbal online 2 years ago

Add Comment

GRATIS!

Update Seputar Emas, Bisnis, Investasi dan Tips Financial + BONUS: Investasi Emas Bagi Orang Awam (free ebook)