Berlatih Menjadi CFO Bagi Diri Kita Sendiri

red_pin

Kebiasaan kita biasanya tumbuh seiring tumbuhnya pendapatan kita. Makin besar pendapatan, makin bertambah pula kebiasaan pengeluaran (belanja) kita. Dan kadang kita juga sembrono dalam memanfaatkan kartu kredit. Hutang konsumtif jadi menumpuk.

Butuh waktu lama bagi saya agar bisa mengendalikan uang saya sendiri dan itu menjadi mungkin ketika saya menyadari bahwa saya harus menggunakan dana pribadi saya dengan cara yang sama dengan menggunakan keuangan pada bisnis saya.

Saya memutuskan, untuk menjadi CFO (chief financial officer) bagi kehidupan saya sendiri.

Hal yang tidak mudah untuk membuat keputusan dari analisis pengeluaran untuk hidup saya sehari hari, tapi hasilnya adalah bahwa saya tidak lagi bekerja untuk melunasi utang. Saya sekarang bekerja untuk menjalani kehidupan yang saya harapkan.

Berikut adalah 5 cara agar Anda dapat melakukan hal yang sama, menjadi CFO bagi diri Anda sendiri:

#1 Lacak pengeluaran

Saat Anda mulai berusaha keluar dari hutang, pelacakan pengeluaran adalah langkah pertama, yang biasa Anda lakukan pada bisnis, untuk mulai diterapkan ke kehidupan pribadi Anda.

Anda menuliskan setiap pembelian, tidak peduli seberapa kecil pembeliannya. Kita tidak melakukan ini untuk menilai atau menghakimi diri sendiri.

Anda cukup menulis hal-hal kecil sehingga Anda bisa menggunakan nilai/angka untuk membuat gambaran dari kebiasaan pengeluaran yang sebenarnya.

#2 Membuat/mengatur anggaran belanja

Buat anggaran belanja dari hasil informasi yang dikumpulkan dari pelacakan biaya. Rencanakan masa depan Anda dari hal ini. Membuatnya tidak perlu rumit, secara sederhana kita bisa membagi anggaran belanja: dimana 50 persen untuk kebutuhan, 20 persen untuk tabungan dan 30 persen untuk keinginan.

Baca juga: Islamic Wealth Management

#3 Melatih belanja secara sadar

Sadar saat belanja adalah upaya Anda memilih kemana uang Anda pergi, seperti yang kita lakukan pada bisnis kita.
Belanja pada hal-hal yang memang kita butuhkan dan potong biaya secara kejam pada barang/jasa yang tidak begitu perlu.

Hal seperti ini terjadi secara otomatis dalam bisnis, di mana setiap sen/rupiah dilacak. Orang akan berpikir serius untuk menghabiskan budget ketika tahu bahwa setiap pengeluaran mesti ada pelaporannya.

Hadirkan pikiran seperti itu ketika kita membelanjakan uang pribadi kita.

#4 Ciptakan keuntungan

Jika kita membiasakan mengubah kata “menabung” (savings) menjadi “keuntungan” (profit), rasanya kita akan lebih termotivasi dan mampu menjadi penabung yang sukses; kita bukan menabung (penghematan yang membuat derita) tapi menciptakan keuntungan (kelebihan uang yang membuat gembira).

Kita tahu jika sebuah bisnis mengeluarkan (cost) lebih dari pada yang bisa dihasilkan (profit), itu berarti bisnis tidak menghasilkan keuntungan dan terancam bangkrut. Hal yang serupa juga akan terjadi pada rumah tangga.

#5 Ketahui ‘nilai kekayaan’ Anda

Perusahaan memiliki berbagai laporan keuangan untuk memberitahu sejauh mana performa usaha mereka. Tidak ada alasan Anda tidak dapat melakukan hal serupa di rumah.

Jika Anda menggunakan perangkat lunak untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran Anda, maka mudah untuk bisa menghasilkan laporan laba rugi dan laporan kekayaan bersih Anda.

Praktek-praktek sederhana ini membantu pengusaha membangun bisnis yang sukses, tetapi hal ini sering diabaikan dalam kehidupan pribadi.

Sudah waktunya untuk mengubah pola pikir itu, mari mulai dari sekarang; mari berlatih menjadi CFO bagi kehidupan kita sendiri.

jual cepat emas antam

Add Comment

GRATIS!

Update Seputar Emas, Bisnis, Investasi dan Tips Financial + BONUS: Investasi Emas Bagi Orang Awam (free ebook)