Bagaimana Caranya Mengetahui Apakah Harga Emas Masih Wajar Ataukah Sudah Kemahalan?

Selama hampir 4 pekan ini, harga emas dunia terus mengalami kenaikan yang sering disebut oleh media sebagai ‘memecahkan rekor baru’.

Sebagian besar dari kita mungkin mulai mengeluh bahwa harganya makin tidak terkejar dengan budget yang kita punya.

Sebagian yang lain mungkin juga mulai ‘menghibur diri’ dengan beropini bahwa harga emas tengah mengalami bubble, sudah terlalu ketinggian, tentu dengan harapan harga emas akan mengalami penurunan dan kita bisa mulai belanja emas kembali.

Sebagai info, tanggal 24, 25 dan 26 Agustus 2011 kemarin harga emas sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Harga dasar emas yang dikeluarkan oleh Antam pada 23 Agustus 2011 adalah 534rb/gr, pada 24 Agustus menjadi 516rb/gr, pada 25 Agustus menjadi 492rb/gr dan pada 26 Agustus kemarin menjadi 496rb/gr.

Selalu ada waktu dimana harga emas mengalami penurunan.

Namun ternyata harga yang kita sebut turun tadi ternyata masih jauh lebih besar dibandingkan harga dasar emas pada akhir Juli 2011 yang berkisar 450rb/gr.

Kembali ke pokok bahasan, benarkah harga emas saat ini sudah terlalu tinggi? Bubble? Adakah cara untuk menginvestigasi harga emas, sudah ketinggiankah ataukah masih bakal terus naik lagi?

Secara sederhana untuk menginvestigasi apakah harga emas sudah terlalu tinggi untuk dibeli ataukah memang sudah sewajarnya seperti ini, saya melakukan perbandingan harga dinar dengan harga kambing/domba yang baik untuk kurban.

Lho kok dibandinginnya dengan kambing/domba?

Ini memang cara sederhana dan nampak tidak ilmiah, namun saya berpatokan bahwa kekuatan dinar dari sejak zaman Rosulullah SAW sampai hari ini dan insya Allah sampai hari akhir nanti selalu bisa digunakan untuk membeli seekor kambing/domba yang baik untuk kurban.

Sehingga kita bisa menggunakan dinar dan kambing ini sebagai timbangan sederhana.

Jika harga dinar sudah terlalu tinggi dibandingkan harga kambing, maka lebih baik jual dinar kita dan belikan kambing. Begitupun sebaliknya.

Harga dinar hari ini sekitar 2.2jt, masih cukup wajar untuk bisa ditukarkan dengan seekor kambing/domba yang sangat baik untuk kurban.

Lain soal jika harga dinar hari ini di atas 3jt, maka mungkin lebih baik kita jual dinar kita dan kita belikan kambing.

Cara lain (yang lebih ilmiah) untuk menginvestigasi apakah harga emas sudah terlalu tinggi adalah dengan menggunakan persamaan Bretton Woods, seperti yang diajarkan oleh pak Muhaimin Iqbal dari GeraiDinar.

Persamaan ini menyebutkan:

The Value of Money = Monetary Base : Official Gold Holdings

Monetary Base adalah uang yang beredar plus cadangan (reserve). Reserve adalah uang bank yang ada di bank sentral dan uang yang ada di brankas perbankan.

Official Gold Holdings adalah cadangan emas yang dimiliki oleh bank sentral sebuah negara.

The Value Of Money adalah nilai sebuah mata uang diperbandingkan dengan emas.

Kita akan coba hitung nilai USD yang ‘sesungguhnya’ dengan menggunakan persamaan tersebut.

Untuk data monetary base kita gunakan data terakhir dari Shadows Government Statistics.

Dari grafik di atas kita dapatkan USD monetary base adalah sekitar USD 2.6 trilyun.

Untuk data official gold holdings, kita gunakan laporan terakhir dari World Gold Council, dimana disebutkan cadangan emas Amerika sebesar 8133.5 ton atau sekitar 261juta Oz.

Perhitungannya menjadi begini:

The Value of Money (USD) = 2.600.000.000.000 / 261.000.000 = 9961.6 USD/Oz.

Apa yang bisa kita simpulkan dari hasil perhitungan ini?

Sederhana saja, harga emas bisa kita sebut sudah ketinggian jika angkanya telah melampaui 9961 USD/Oz dan baru layak disebut emas telah mencetak rekor baru!

Harga emas hari ini memang nampak tinggi, namun ternyata puncak pendakian masih jauh di atas sana.

Bagaimana dengan IDR (rupiah)? Ya kira-kira tidak beda jauh, lha wong satu guru satu ilmu. 🙂

Wallahu’alam.

jual cepat emas antam

GRATIS!

Update Seputar Emas, Bisnis, Investasi dan Tips Financial + BONUS: Investasi Emas Bagi Orang Awam (free ebook)