Bagaimana Cara Jual Kembali Dinar Antam/Wakala/Dinarfirst?

Cara Jual DinarSeperti kita ketahui hari ini ada ‘tiga macam’ koin dinar yang peredarannya cukup besar dan dikenal luas di Indonesia; dinar antam, dinar wakala nusantara dan dinar islamic mint nusantara (IMN/Dinarfirst).

Dinar Antam diproduksi oleh UBPP Logammulia Antam, diedarkan oleh Antam sendiri dan juga oleh GeraiDinar beserta jaringannya.

Dinar Wakala Nusantara diproduksi dan diedarkan sendiri oleh Wakala Nusantara beserta komunitas penggunanya.

Dinar IMN diproduksi dan diedarkan sendiri oleh IMN beserta komunitas penggunanya.

Sementara kami sendiri di ODNV ikut mengedarkan dinar produksi Antam.

Lalu, bagaimana cara menjual kembali dinar-dinar ini? Ini pertanyaan sederhana, namun bagi Anda yang pernah merasakan ‘sedikit kesulitan’ menjual kembali dinar, mudah-mudahan artikel ini bisa sedikit membantu.

Cara pertama yang paling mudah adalah menjual kembali dinar tersebut ke tempat/pihak dimana kita membelinya. Cara ini adalah cara yang paling mudah, namun bisa menjadi kurang nyaman, jika:

  1. Tempat/pihak dimana kita membeli dinar dalam posisi tidak lagi mampu membeli dinar yang akan kita jual. Situasi ini bisa terjadi jika tempat/pihak tersebut pada waktu sebelumnya sudah membuyback dinar dalam jumlah yang besar, sehingga tidak tersedia dana tunai yang mencukupi untuk melakukan buyback dinar kita.
  2. Tempat/pihak dimana kita membeli dinar bisa membeli dinar yang ingin kita jual, namun dengan harga yang lebih rendah dari yang dipublikasikan. Penyebabnya sama seperti poin 1 di atas, tengah tidak tersedia dana tunai yang mencukupi.
  3. Tempat/pihak dimana kita membeli dinar tidak bersedia menukar kembali dinar kita dengan uang rupiah karena berpandangan bahwa tidak seharusnya dinar yang merupakan emas ditukar kembali dengan uang fiat yang hanya terbuat dari kertas dan tidak ada nilainya. Koin dinar semestinya dipergunakan sebagai alat tukar dalam bermuamalah, tidak untuk kembali ditukar dengan uang fiat.

Dua situasi kurang nyaman pada poin 1 dan 2 di atas adalah situasi yang sangat mungkin terjadi. Ini adalah situasi yang wajar dan patut dimaklumi karena pada hakekatnya tempat/pihak manapun pasti punya keterbatasan dana tunai.

Terhadap situasi pada poin 3, sudah semestinya kita tetap bersabar dan bersyukur. Tidak perlu menghabiskan energi positif kita dengan bereaksi negatif. 🙂

Cara kedua adalah dengan menjual kembali dinar Anda ke sesama pengguna/penabung dinar. Ini adalah cara terbaik karena Anda berpotensi mendapatkan harga tinggi atas dinar Anda, bergantung pada kesepakatan.

Tantangannya adalah mencari kawan atau pihak yang tengah ingin menambah tabungan dinarnya dan juga pas dalam posisi punya dana.

Tidak sedikit yang tertarik menambah tabungan dinar, namun pas lagi tidak pegang dana tunai. Begitupun sebaliknya, punya dana tunai yang mencukupi, namun tengah tidak tertarik menambah tabungan dinar.

Tertarik dengan dinar dan punya dana tunai yang mencukupi. Dua syarat ini mesti terpenuhi. 🙂

Cara ketiga adalah dengan menjual dinar kita ke toko emas besar yang kita pandang bersedia membeli dinar kita.

Ini adalah cara yang sedikit lebih menantang dibanding dua cara sebelumnya, beberapa hal yang mesti kita perhatikan:

  1. Pastikan bahwa karat dan berat dinar kita sesuai dengan yang tercantum pada sertifikat/suratnya. Toko emas akan melakukan pengujian ulang. Jika ternyata hasil pengujian berbeda seperti yang tercantum di sertifikat/suratnya, maka toko akan mengacu pada hasil pengujiannya. Siapkan argumen terbaik kita.
  2. Toko emas hanya akan menghargai emas yang terkandung dalam dinar dan, kemungkinan besar, akan mengabaikan kandungan perak yang ada dalam dinar. Untuk acuan harga, kita bisa melihat patokan harga emas perhiasan dengan menyesuaikan karatnya.
  3. Asah keahlian kita dalam tawar-menawar harga untuk bisa meraih harga yang kita inginkan karena bisa jadi toko emas akan memberikan penawaran harga lebih rendah dari yang seharusnya.
  4. Bagi yang tinggal di sekitaran Jakarta, bisa mencoba mendatangi pusat toko emas di daerah Cikini atau Melawai, banyak toko emas besar di daerah ini.

Cara keempat adalah dengan menjual kembali dinar kita ke Antam di Pulogadung. Ini khusus dinar produksi Antam. Antam akan membeli dinar kita dengan menggunakan harga buyback Antam disesuaikan karat dan beratnya.

Saya belum bisa bercerita banyak mengenai cara keempat ini karena belum pernah mencoba bertransaksi jual dinar langsung ke Antam.

Mungkin ada diantara Anda yang pernah mencobanya, bisa coba share pengalamannya.

Apapun cara yang kita tempuh ketika menjual kembali dinar kita, semoga semua lancar dan nyaman adanya.

Semoga bermanfaat.

place your ads here

One Response

  1. maria 3 years ago

Add Comment

GRATIS!

Update Seputar Emas, Bisnis, Investasi dan Tips Financial + BONUS: Investasi Emas Bagi Orang Awam (free ebook)