7 Prinsip Mengelola Finansial Secara Islami ini Penting Untuk Anda Ketahui

Happy muslim family :)

Islamic financial atau pengelolaan finansial secara islami sudah selayaknya dilakukan oleh semua umat Islam. Terutama dalam lembaga keluarga, pengaturan finansial adalah hal yang sangat krusial. Ini adalah solusi terbaik yang tentunya diridai oleh Allah Swt.

Saat ini, kondisi perekonomian yang sangat tidak menentu menuntut setiap keluarga untuk memiliki kemampuan mengelola finansial dengan cerdas. Kebutuhan keluarga memang perlu direncanakan dengan sangat hati-hati. Perencanaan finansial secara Islam terbukti tepat guna dan akan menyelamatkan keuangan Anda.

Nah, bagaimanakah prinsip-prinsip mengelola finansial secara islami?

Prinsip perencanaan finansial secara islami ini diperkenalkan oleh Hijrah Strategic Advisory Group Sdn. Bhd yang berada di Malaysia. Ada 7 prinsip utama dalam menjalankan finansial keluarga sesuai syariat agama Islam. Jika 7 prinsip ini dilaksanakan untuk merencanakan kebutuhan keluarga, tidak diragukan lagi kesejahteraan akan tercapai.

Nah, inilah 7 prinsip mengelola finansial secara islami:

1. Pendapatan

Islam mengajarkan, sebagai imam keluarga, suami haruslah menafkahi istri dan keluarganya dari sumber yang halal.

Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik dan hanya menerima yang baik-baik saja.” (HR. Muslim).

Pendapatan yang akan dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti makan dan minum yang akan dikonsumsi, akan mengalir di dalam darah kita. Jadi usaha apa pun yang Anda lakukan haruslah halal, agar membawa berkah bagi keluarga dan terhindar dari murka Allah.

2. Pengeluaran

Ada peribahasa mengatakan “besar pasak daripada tiang” yang perlu dihindari oleh diri setiap muslim. Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

Buatlah daftar anggaran bulanan yang dapat mengontrol pengeluaran agar tidak berlebih. Namun jangan lupa, infakkanlah sebagian di jalan, sebagai bekal amal saleh Anda.

3. Perencanaan Jangka Panjang

Manusia hanya bisa berencana, namun pada akhirnya Allahlah yang menentukan. Untuk menyiasati kebutuhan yang tak terduga di masa mendatang, perlu adanya komitmen.

Selain itu, bagi muslim di seluruh dunia, menjalankan Rukun Iman yang kelima, yaitu pergi haji ke Tanah Suci Mekah juga merupakan suatu kewajiban jika telah mampu.

Untuk mewujudkannya, Anda harus mempersiapkannya sedini mungkin dengan perencanaan finansial yang baik.

4. Asuransi

Asuransi adalah salah satu tindakan yang tepat untuk melindungi harta yang dimiliki dan anggota keluarga saat sakit. Dengan niatan yang baik, tidak ada salahnya mengikuti asuransi syariah untuk meminimalkan risiko terhadap kejadian buruk yang tak terduga.

5. Pengelolaan Utang

Utang yang diharamkan dalam Islam adalah utang yang mengandung unsur riba, seperti berutang yang berbunga. Dewasa ini, banyak pilihan bank syariah yang menawarkan modal usaha dengan sistem pengelolaan yang merujuk kaidah menurut hukum Islam.

Jadi, tidak perlu menghawatirkan lagi sumber-sumber finansial yang bisa Anda pergunakan. Meskipun kita tetap mesti secara teliti mencermati akad-akadnya.

6. Investasi

Investasi dalam bentuk emas, deposito, ataupun saham adalah hal yang sah-sah saja untuk dilakukan. Kesempatan membuka peluang usaha saat ini dan masa yang akan datang dapat dimulai dengan menginvestasikan modal secara islami.

7. Zakat

Zakat bertujuan untuk menyucikan harta. Allah mewajibkan hamba-Nya untuk mengeluarkan zakat setiap tahunnya. Poin zakat ini mesti wajib dimasukkan dalam perhitungan dan perencanaan keuangan secara Islam.

Itulah 7 prinsip mengelola finansial secara Islam. Semoga bermanfaat!

place your ads here

Add Comment

GRATIS!

Update Seputar Emas, Bisnis, Investasi dan Tips Financial + BONUS: Investasi Emas Bagi Orang Awam (free ebook)