10 Tips Mengajarkan Keuangan pada Anak agar Ketika Dewasa Menjadi Bijak dalam Mengelolanya (part 2)

Sly boy at the table with money

notes: untuk membaca bagian pertama, silahkan baca: 10 Tips Mengajarkan Keuangan pada Anak agar Ketika Dewasa Menjadi Bijak dalam Mengelolanya (part 1)

Tips 6: Hindari penggunaan kartu kredit didepan anak-anak

Pola pikir anak-anak yang cenderung menggampangkan sesuatu akan sangat berbahaya di saat anak melihat orangtua mereka melakukan banyak hal dengan kartu; berbelanja, membayar tagihan atau membayar bill makan di restoran.

Anak-anak akan berfikir mereka akan mendapatkan semua hal yang mereka inginkan dengan kartu tersebut, tanpa mengetahui akibat dan konsekuensinya.

Gunakanlah selalu uang tunai saat Anda bertransaksi di depan anak-anak.

Tips 7: Memberikan uang saku secukupnya

Untuk mengajarkan keuangan pada anak-anak tidak ada salahnya Anda memberikan uang saku sesuai kebutuhan anak dalam waktu tertentu. Bisa harian, mingguan atau bulanan, bisa di sesuaikan dengan waktu yang Anda sepakati.

Namun ingat! Berikan uang saku scukupnya bukan semaunya anak, tidak kurang dan tidak lebih. Sehingga anak menyadari bahwa semua orang memiliki uang yang terbatas dan mereka harus cermat dalam menggunakan uangnya.

Tips 8: Jangan memberi pinjaman kepada anak

Ketika anak memiliki uang saku sendiri, penting bagi mereka mengetahui pilihan dan konsekuensi yang akan mereka terima.

Sebagai contoh, apabila Anda memberi anak Anda uang saku untuk satu bulan namun mereka menghabiskanya dalam satu pekan, mereka akan menerima konsekuensi negatif.

Dengan tidak memberi pinjaman kepada anak maka secara langsung, mereka akan belajar untuk membuat pilihan yang cerdas, kecuali apbila ada hal yang tak terduga (darurat) yang tidak termasuk dalam rencana keuangannya.

Tips 9: Berbicara tentang uang dengan anak secara teratur dan santai

Menyampaikan keuangan pada anak adalah hal yang penting. Namun, ada yang tak kalah pentingnya yaitu waktu dan cara penyampaiannya. Hindari penyampaian dengan metode ceramah, karena anak akan cenderung cuek dan tak memperhatikan.

Anda bisa menyampaikanya dengan bercerita, atau melalui permainan seperti permainan monopoli. Melalui permainan ini, anak bisa berlatih soal transaksi keuangan, mengeluarkan uang secara cermat, serta berhitung.

Tips 10: Jangan mengecilkan pentingnya uang

Anda tentu tahu bagaimana susahnya mencari uang. Dan itu pun harus di ketahui oleh anak Anda. Bukan berarti mereka harus ikut berjibaku mencari uang sperti Anda. Namun, Anda dapat mengajarkan mereka bagaimana cara menghargai dan bijaksana dalam menggunakan uang mereka.

Manfaat yang di peroleh jika orang tua mendidik anak dalam menghargai uang akan terlihat dikemudian hari. Anak -anak tidak konsumtif dalam membelanjakan uang. Selain itu, mereka juga berlatih sabar dan mampu menahan diri ketika tidak semua keinginanya terpenuhi saat itu juga.

Pada akhirnya, mereka akan tumbuh menjadi individu yang siap dalam kondisi apapun.

place your ads here

Add Comment

GRATIS!

Update Seputar Emas, Bisnis, Investasi dan Tips Financial + BONUS: Investasi Emas Bagi Orang Awam (free ebook)