10 Tips Mengajarkan Keuangan pada Anak agar Ketika Dewasa Menjadi Bijak dalam Mengelolanya (part 1)

African American girl counting change in jar

Kemampuan mengelola keuangan pada anak tidak datang begitu saja, tetapi hal itu harus diajarkan pada anak sejak anak masih usia dini, sehingga ketika anak beranjak dewasa, mereka sudah bisa mengelola keuangannya sendiri yang tentunya memiliki peran penting dalam kehidupannya kelak.

Untuk melatih anak sejak dini bisa dimulai dari kebiasaan-kebiasaan di rumah yang dilakukan oleh orang tua. Hal itu akan banyak mempengaruhi pola hidup anak saat ia dewasa, termasuk kemampuan tentang mengelola keuangan yang dimiliki anak.

Berikut 10 tips yang patut kita perhatikan ketika mengajarkan keuangan pada anak:

Tips 1: Jadilah teladan keuangan yang baik bagi anak

Di jaman sekarang ini, anak-anak akan lebih sering meniru apa yang anda lakukan daripada yang anda katakan, begitupun dalam keuangan, anak-anak akan mencontoh bagaimna cara orangtua berinteraksi dengan uang.

Tips 2: Jangan mengatakan “kita tidak mampu membelinya”

Meskipun Anda ingin mengajarkan kepada anak-anak bagaimana cara belanja yang baik. Tapi mengatakan kata tersebut, mempunyai pesan bahwa suatu saat kita bisa membelinya, apabila sudah memiliki cukup uang.

Cobalah Anda ganti kata-kata tersebut dengan “kita tidak menghabiskan uang untuk membeli barang-barang tersebut” untuk lebih mempertegas situasi dan sikap yang kita pilih.

Tips 3: Libatkan anak-anak dalam berbelanja

Bawalah anak saat Anda belanja ke toko atau ke pasar tradisional, dengan begitu anak akan menyaksikan sendiri bagaimana cara berinteraksi antara penjual dan pembeli.

Buat daftar belanja dan berikan pada anak Anda. Tulislah dengan kata-kata yang mudah dimengerti dan minta anak untuk ikut mencari barang tersebut.

Anda bisa meminta pendapatnya tentang pilihan barang yang akan di beli dan pilihlah apapun yang di pilihnya, sehingga anak akan merasa berjasa dan merasa di hargai.

Tips 4: Jangan menyenangkan anak dengan cara berbelanja

Tantangan terbesar bagi orang tua adalah, saat anak merengek minta dibelikan sesuatu. Padahal barang yang di minta kadang harganya mahal atau bahkan kurang bermanfaat bagi anak. Dan seringkali orang tua menuruti permintaannya karena ingin menyenangkan atau bahkan membuat anak berhenti merengek.

Apabila hal itu berulang-ulang, anak akan tahu bagaimna mereka meluluhkan hati orang tua, yaitu dengan cara merengek dan menangis. Hindari kebiasaan memanjakan anak dengan materi.

Tips 5: Ajarkan anak untuk menabung

Berikan penjelasan yang mudah dipahami kepada anak seperti apa menabung dan manfaat yang bisa mereka dapatkan apabila bisa menyisihkan uang jajannya untuk di tabung.

Anda bisa memulainya dengan menyimpan sisa uang jajan mereka pada sebuah celengan biasa, seiring berjalannya waktu dan usia anak bertambah, Anda bisa memperkenalkan anak Anda dengan rekening tabungan di bank atau bahkan membuka rekening anak secara terpisah.

bersambung ke bagian kedua: 10 Tips Mengajarkan Keuangan pada Anak agar Ketika Dewasa Menjadi Bijak dalam Mengelolanya (part 2)

place your ads here

Add Comment

GRATIS!

Update Seputar Emas, Bisnis, Investasi dan Tips Financial + BONUS: Investasi Emas Bagi Orang Awam (free ebook)